BANDUNG BARAT, iNews.id - Sebanyak 43 SMP negeri di Kabupaten Bandung Barat (KBB) masih kekurangan siswa seusai Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2022 diumumkan. Puluhan SMPN yang sebagian besar berada di wilayah selatan KBB itu harus bersaing dengan swasta dan pondok pesantren (ponpes) untuk mendapatkan tambahan siswa.
Mengacu kepada data di laman resmi PPDB Kabupaten Bandung Barat https://ppdb-disdik.bandungbaratkab.go.id/, sampai Senin (4/7/2022) masih terdapat sekitar 3.287 kursi di SMP negeri dari jalur zonasi yang tidak terisi.
Saat ini di KBB terdapat 67 SMPN dan 120 SMP swasta. Kapasitas SMPN mampu menampung sekitar 9.500 peserta didik. "Sebagian besar sekolah negeri yang masih kekurangan peserta didik itu berada di wilayah selatan KBB," kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Disdik) KBB Rustiyana, Kamis (7/7/2022).
Rustiyana menyatakan, di wilayah selatan KBB seperti di Kecamatan Cihampelas, Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, Cipongkor, dan Rongga, SMPN harus terlibat persaingan ketat dengan madrasah tsanawiyah (MTs), SMP swasta, dan ponpes.
Belum lagi yayasan yang memiliki SD, SMP, dan SMA sekaligus dalam satu kompleks. Sehingga siswa tinggal melanjutkan sekolah di tempat tersebut tanpa harus repot-repot mengurus pendaftaran dan mencari sekolah baru.