35 Siswa SMA-SMK Indonesia Ikut Program SSHSP, Kunjungi Pusat Riset Ternama di Jepang

Agus Warsudi
Para siswa SMA dan SMK asal Indonesia peserta SSHSP foto bersama sebelum kembali ke Tanah Air. (FOTO: istimewa)

Duta Besar (Dubes) RI untuk Jepang Heri Akhmadi dalam sambutan penutupan Program SSHSP, menyampaikan, terima kasih kepada JST atas kelanjutan program SSHSP yang telah memberikan dampak positif bagi para generasi muda ASEAN, terutama dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 

Dubes Heri Akhmadi mengatakan, apresiasi khusus karena tahun ini merupakan tahun spesial bagi hubungan ASEAN dan Jepang yang mencapai usia 50 tahun.

“Program Sakura Science untuk siswa SMA ini merupakan salah satu kegiatan yang dapat menguatkan hubungan negara-negara di kawasan ASEAN dengan Jepang. Dengan mengacu pada 50 tahun kerja sama yang bermanfaat antara Jepang dan ASEAN, mari kita hargai setiap pencapaian yang telah terwujud, dan dengan penuh harapan mari kita songsong masa depan dengan upaya kerja sama yang dapat membawa kita ke tingkat yang lebih tinggi,” kata Heri Akhmadi.

Dubes Heri juga berpesan kepada seluruh siswa peserta SSHSP agar terus berjuang menuntut ilmu untuk meraih masa depan lebih cerah dan tidak hanya mengasah keterampilan namn juga menjaga komunikasi atas persahabatan antarbangsa yang telah terjalin melalui program ini.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Tokyo Yusli Wardiatno yang turut hadir dalam acara penutupan dan melepas langsung delegasi Indonesia di bandara Narita saat pulang, mengungkapkan bahwa secara keseluruhan Program SSHSP memberikan manfaat yang luas bagi generasi muda Indonesia dalam mengembangkan potensi akademik, memperluas wawasan, dan memperkuat ikatan antara Indonesia dan Jepang. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ketar-Ketir Rudal Hipersonik Rusia, Jepang dan AS Kolaborasi Buat Senjata Penangkal

57 tahun lalu

Kisah Sjahrir Dengar Berita Kekalahan Jepang hingga Mendesak Proklamasi Dipercepat

57 tahun lalu

Asal-usul Tahu Bulat Khas Indonesia, Jajanan Kaki Lima yang Muncul di Jepang, 

57 tahun lalu

Wapres Sebut Perawat Indonesia Banyak Dibutuhkan di Jepang, Arab Saudi, hingga Jerman

57 tahun lalu

Viral Tahu Bulat Keliling Muncul di Jepang, Netizen: Camilan Bermicin Tinggi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal