Ketiga korban sempat kewalahan melawan macan berukuran sebesar kambing itu. Setelah bertarung sekitar 15 menit, akhirnya macan kumbang itu pun tewas. "Macan kumbang dimasukan ke dalam air sungai sampai mati," kata Udes Saepudin, korban.
Sementara itu, Kepala Desa Tegalmanggung Cecep Ali Hasan mengatakan, akibat kejadian tersebut, masing-masing korban, Udes, Adi, dan Adin mengalami luka cukup serius di bagian kepala, kaki, tangan, dan pelipis mata akibat cakar tajam dari macan kumbang.
"Saat ini kondisi ketiga korban sudah mulai pulih kembali dan melakukan aktivitas seperti biasa. Namun Udes, korban pertama, masih trauma," kata Kades Tegalmanggung.
Cecep Ali Hasan menyatakan, peristiwa hewan buas menyerang petani baru pertama kali terjadi di Tegalmanggung walaupun diketahui hutan Gunung Kareumbi banyak dihuni macan kumbang.
Kawasan hutan ini menjadi lokais pelepasliaran macan kumbang oleh Badan Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jabar. "Macan kumbang yang menyerang warga itu diduga anaknya berumur 2 tahun. Kini bangkai macan kumbang sudah dibawa pihak BKSDA Jabar," ujar Cecep Ali Hasan.