Berdasarkan laporan yang diterima Basarnas Bandung waktu kejadian Kamis (6/7/2023) sekitar pukul 03.30 WIB dini hari tadi. Korban bersama 3 orang temannya berangkat dari Dermaga Jayanti Cidaun pada Rabu (5/7/2023) pukul 21.00 WIB menggunakan KMP Berkah Doa 04. Kemudian sekitar pukul 00.00 WIB korban dan 3 rekannya tertidur di perahu.
Saat terbangun pada pukul 03.00 WIB, korban tidak berada di atas kapal. Sedangkan barang milik korban berupa ikan hasil pancingan, ban/pelampung, alat pancing dan tas korban masih berada di dalam kapal tersebut.
"Rekan korban melakukan pencarian di di atas kapal namun korban tak kunjung ditemukan. Selanjutnya, teman-teman korban melapor ke Satpolair Polres Cianjur. Diduga korban terjatuh dari kapal dan tenggelam," tutur Jumaril.
Sementara itu, dalam operasi pencarian kedua, Kantor SAR Bandung menerima informasi dari Polairud Polres Cianjur pada Jumat (7/7/2023) terkait penemuan kapal nelayan KMP AAL yang terbalik di Pantai Karangpotong, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur pada Kamis (6/7/20230) pukul 15.00 WIB.
Berdasarkan laporan KMP AAL terbalik karena dihantam ombak besar. Satu anak buah kapal (ABK) Ato (25) selamat dan dibawa ke Puskesmas Cidaun. Sedangkan dua ABK lain hilang, yaitu, Abdul Aziz (22) dan Zidan (18) warga Kampung Pakistan, Desa Cidamar.
Jumaril mengatakan, pada Jumat (07/08) Pukul 15.15 WIB, Basarnas Bandung memberangkatkan satu tim rescue untuk mencari korban Abdul Aziz dan Zidan di Pantai Karangpotong, Sindangbarang.
"Hari ini Tim SAR Gabungan akan melanjutkan pencarian terhadap korban dengan melaksanakan penyisiran darat dari lokasi kejadian awal menuju Karangpotong sejauh 2,6 km," ucap Jumaril.