29.000 Ton Sampah Masih Numpuk di Bandung, Perlu 1 Bulan untuk Diangkut 

Arif Budianto
Sampah menggunung di belakang Pasar Kosambi Bandung. Hampir sebulan tak diangkut. (Foto: iNews.id/Ervan David)

"Namun, kita masih dihadapkan beberapa kendala. Kota Bandung hanya tersisa 127 ritase. Padahal kita butuh 7.000 rit. Kedua, sampah pasar paling dominan. Persoalannya sangat luar biasa. Kalau kinerja sampah pasar tidak berubah, kita akan terjebak," ujanya.

Kemudian, perlu adanya penjagaan di setiap TPS. Dia mengatakan, masyarakat boleh membuang sampah ke TPS, tapi itu betul-betul hanya residu.

"Kita juga perlu reduksi perilaku masyarakat yang buang sampah di jalan," katanya.

Sedangkan salah satu tim ahli darurat sampah, Andi KR Garna menyatakan, perlu adanya unsur paksaan yang membuat seluruh elemen masyarakat patuh terhadap penegakan hukum yang berlaku mengenai sampah.

"Arahnya sudah tepat. Tapi pada saat informasi pelanggaran itu masuk, pasti ada satu kendala yang sulit diselesaikan yaitu penegakan hukum. Kita perlu bekerja sama dengan pihak lain seperti Satgas Citarum yang memiliki kewenangan lebih. Sehingga penegakan hukumnya bisa diperhatikan," kata Andi.

Salah satu caranya dengan menjadikan para penegak hukum sebagai observer dalam sistem BWM nanti.

"Di dalam aplikasi yang sudah ada, tambah sebagai observer sekaligus juga memverifikasi terhadap laporan yang ada," lanjutnya. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tekan Sampah Sampai 70 Persen, Pj Wali Kota Bandung Minta Semua Dinas Turun Tangan

57 tahun lalu

Jogja Darurat Sampah, Petugas Kewalahan hingga Pedagang Angkringan Sepi Pembeli

57 tahun lalu

Pencemaran Air Limbah TPA Sarimukti Mengkhawatirkan, Ganggu Mutasi Genetik Biota Sungai

57 tahun lalu

TPST Gedebage Bandung Mulai Uji Coba Operasional, Tampung 60 Ton Sampah per Hari

57 tahun lalu

Bandung Masih Darurat Sampah, Pemkot Buka Peluang Manfaatkan TPSA Cibeureum Sumedang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal