29.000 Ton Sampah Masih Numpuk di Bandung, Perlu 1 Bulan untuk Diangkut 

Arif Budianto
Sampah menggunung di belakang Pasar Kosambi Bandung. Hampir sebulan tak diangkut. (Foto: iNews.id/Ervan David)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota Bandung memperkirakan perlu waktu lebih dari sebulan atau sekitar 35 hari untuk mengangkut sampah yang hingga kini masih menumpuk. Namun, hingga saat ini pengangkutan ke TPA Sarimukti belum normal. 

Sekda Kota Bandung Ema Sumarna mengatakan, saat ini posisi sampah di Kota Bandung ada sekitar 29.000 ton. Jumlah tersebut perlu pengangkutan sekitar 7.049 ritase, dengan asumsi 200 rit per hari. 

"Sampai 12 Oktober 2023, ada 7.049 ritase atau 29.000 ton sampah yang masih tertahan. Sedangkan ritase kita sangat dibatasi. Kalau Kota Bandung bisa mengirim sampah 200 rit per hari ke Sarimukti, berarti kita butuh 35 hari untuk menyelesaikan darurat sampah ini," katanya, Jumat (13/10/20230. 

Oleh karenanya, pihaknya meminta  tambahan kuota ritase ke Sarimukti supaya sampah ini segera teratasi. 

Dia juga memaparkan, hasil rekapitulasi pengukuran penimbangan sampah, jumlah sampah organik yang terkumpul 2,5 ton. Jumlah sampah daur ulang 2,3 ton. Jumlah sampah residu 1,9 ton. Sehingga pengurangan sampah di Kota Bandung telah tercapai 70,14 persen.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tekan Sampah Sampai 70 Persen, Pj Wali Kota Bandung Minta Semua Dinas Turun Tangan

57 tahun lalu

Jogja Darurat Sampah, Petugas Kewalahan hingga Pedagang Angkringan Sepi Pembeli

57 tahun lalu

Pencemaran Air Limbah TPA Sarimukti Mengkhawatirkan, Ganggu Mutasi Genetik Biota Sungai

57 tahun lalu

TPST Gedebage Bandung Mulai Uji Coba Operasional, Tampung 60 Ton Sampah per Hari

57 tahun lalu

Bandung Masih Darurat Sampah, Pemkot Buka Peluang Manfaatkan TPSA Cibeureum Sumedang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal