"Upaya dari kepolisian adalah mengamankan TKP, menolong korban. Sementara korban sudah kami bawa ke RS Kramatjati. Ada 11 orang meninggal dunia," kata Dirlantas Polda Metro Jaya.
Jumlah korban luka akibat kecelakaan itu, ujar Kombes Pol Latif Usman, sedang dilakukan pendataan kembali. "Untuk pendataan karena kami fokus kepada penanganan korban lain dan mengamankan TKP karena ini merupakan jalur macet dan jam padat," ujar Kombes Pol Latif Usman.
Dirlantas Polda Metro Jaya menuturkan, truk tangki Pertamina mengalami sedikit kebocoran. Karena itu, kepolisian telah berkoordinasi dengan Pertamina untuk mengevakuasi truk tersebut menggunakan alat berat.
"Kami sudah koordinasi dengan Pertamina akan dikirim kendaraan untuk memindahkan bahan bakar ini. Setelah bahan bakar dipindahkan maka kendaraan akan dievakuasi menggunakan alat berat," tutur Dirlantas Polda Metro Jaya.
Kombes Pol Latif Usman mengatakan, upaya prioritas upaya dilakukan saat ini adalah menolong seluru korban di TKP dan menginformasikan kepada keluarga. "Kami juga melakukan pendataan di TKP sehingga jalur segera digunakan oleh masyarakat lainnya," ucapnya.
Untuk mengatasi dan mengurai kepada lalu lintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP), Ditlantas Polda Metro Jaya dan jajaran melakukan rekayasa. Kepad masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dan megikuti arahan dari kepolisian.
"Kami sekarang melakukan pengaturan dari pintu tol jati karya karena antrian sudah sngat panjang dan kita betul-betul memberikan masyarakat agar bisa berjalan Lancar walaupun ada hambatan," ujar Kombes Pol Latif Usman.