Ningning menambahkan, jumlah kasus PMK pada 2024 ternyata mengalami kenaikan jika dibandingkan 2023 yang hanya 342 ekor terinfeksi. Meski begitu, dibandingkan dengan tahun 2022 mengalami penurunan signifikan
“Memang pada tahun 2022 sebanyak 16.582 ekor ternak terinfeksi dan 907 ekor ternak mati lalu 2.230 ternak dipotong bersyarat akibat penyakit ini. Namun tingkat kesembuhannya mencapai 12.445 ekor,” ucapnya.
Untuk menangani kasus ini, Dinas Pertanian Kabupaten Bandung terus melakukan pengobatan intensif, pemberian multivitamin dan mineral serta vaksinasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.
“Kami berupaya agar dampak PMK bisa dikendalikan secepatnya dengan pemberian multivitamin serta vaksinasi untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” ujarnya.