Menurut Suharyanto, banjir besar yang terjadi pada 10 September kini telah surut sepenuhnya. Pengungsi tersisa 185 orang, yang sebagian besar hanya bermalam di posko dan siang hari kembali ke rumah untuk membersihkan hunian bersama satgas gabungan.
BNPB kini melanjutkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Semua kebutuhan masyarakat ini dibantu secara kolaborasi antara pemerintah kota kabupaten dan pemerintah provinsi serta pemerintah pusat lewat BNPB dan kementerian lembaga terkait lainnya,” kata Suharyanto.
Meski banjir telah surut, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang dilaporkan hilang.
“Satgas gabungan akan tetap mencari korban hilang, golden time dalam pencarian korban itu enam atau tujuh hari,” ucapnya.