Petugas imigrasi meminta keduanya menunjukkan dokumen izin tinggal di Bali. Ternyata, keduanya datang ke Bali menggunakan Visa on Arrival (VoA), yang tak membolehkan pemegangnya bekerja di Bali.
Dari pengakuan kedua WNA Rusia itu, jasa pelatihan berkendara motor yang ditawarkan keduanya telah berlangsung sejak November 2022.
"Konsumen mayoritas orang asing," ujarnya.
RK dan HG nekat bekerja ilegal di Bali untuk menyambung hidup.
Mereka menolak kembali ke negaranya karena menghindari wajib militer pemerintahan Rusia yang sedang perang melawan Ukraina.
Imigrasi Bali juga mengamankan empat WNA Rusia sekeluarga karena izin tinggal yang telah habis pada November 2022.
Namun keempatnya tak dihadirkan, karena ada dua anak berusia di bawah umur.
Sama seperti RK dan HG, mereka memilih tinggal di Bali untuk menghindari wajib militer pemerintah Rusia.
"Kemungkinan besar seperti itu," tutur Gilang.