Hari Raya Saraswati merupakan hari raya untuk merayakan ilmu pengetahuan. Pada hari raya ini, umat Hindu Bali biasanya melakukan upacara khusus untuk memuja atau mengagungkan Dewi Saraswati yang dipercaya membawa ilmu pengetahuan di bumi hingga membuat semua orang di dunia menjadi pintar dan terpelajar. Semua yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan seperti buku dan kitab didoakan dalam upacara Saraswati. Tak hanya itu, biasanya ditampilkan juga pentas tari dan pembacaan cerita hingga semalam suntuk.
Galungan berasal dari bahasa Jawa Kuno yang memiliki arti ‘Menang’. Sesuai dengan asal namanya, upacara adat di Bali yang satu ini bertujuan merayakan kemenangan melawan kejahatan. Selain itu, upacara Galungan juga digelar untuk memperingati terciptanya alam semesta beserta isinya. Rangkaian hari raya Galungan sudah berlangsung sekitar 25 hari sebelum hari raya Galungan. Setiap 210 hari perhitungan kalender Bali, umat Hindu di Bali merayakan Hari Raya Galungan.
Upacara adat di Bali selanjutnya adalah Upacara Mepandes. Upacara ini dikenal juga dengan nama Metatah atau Mesuguh. Upacara adat Mepandes dilakukan ketika seorang anak mulai memasuki masa remaja. Dalam Upacara Mepandes ini, 6 buah gigi taring bagian atas anak-anak yang beranjak dewasa akan dikikis. Upacara pemotongan gigi ini digelar dengan tujuan untuk menghilangkan nafsu buruk seperti keserakahan, kecemburuan, marah, dan lain sebagainya.
Upacara Ngerupuk dilakukan tepat sehari sebelum hari Nyepi tiba. Masyarakat setempat wajib melakukan persembahan kepada Bhuta Kala, dengan tujuan mengusir Bhuta Kala agar tak mengganggu kehidupan manusia saat sedang melakukan brata penyepian. Ritual dimulai dengan menghidupkan obor yang ada di rumah, menyemburi rumah serta pekarangan dengan mesiu, dan memukul benda hingga menimbulkan suara gaduh. Setelah ritual adat di Bali ini selesai, biasanya akan ada pawai ogoh-ogoh yang diarak bersama obor mengelilingi kawasan tinggal warga.
Upacara adat di Bali yang terakhir adalah Tumpek Landep. Tumpek Landep merupakan upacara yang dilakukan oleh masyarakat Bali untuk menyucikan senjata dan peralatan yang dimiliki, dengan sesaji dan doa-doa. Upacara ini akan dipimpin oleh pemuka adat, dan dilakukan di Pura yang dianggap sakral serta memiliki lokasi yang tepat. Seluruh senjata dan peralatan milik masyarakat yang disucikan diharapkan akan memberikan keberkahan bagi para pemilik senjata dan peralatan tersebut.
Itu dia ulasan mengenai upacara adat di Bali. Tertarik menyaksikan?