Upacara Ngelungah dilakukan penduduk Bali untuk anak yang belum tanggal gigi, dan Warak Kruron dilakukan oleh penduduk Bali yang masih bayi.
Mengingat banyaknya biaya yang akan dikeluarkan untuk upacara Ngaben, tidak semua penduduk Bali dapat melaksanakan upacara ini untuk keluarga yang meninggal dunia.
Pemerintah baik desa adat maupun provinsi biasanya mengadakan upacara ngaben massal yang diperuntukkan bagi keluarga yang kurang mampu, agar jasad para leluhurnya dapat disucikan atau dibersihkan sesuai dengan ajaran agama Hindu. Jadi, upacara Ngaben memang tidak akan selalu dilaksanakan dan tidak dapat diprediksi.
Upacara Melasti merupakan upacara pensucian baik untuk diri serta benda sakral milik Pura. Dalam kepercayaan agama Hindu, sumber air seperti danau, laut atau mata air merupakan sumber kehidupan atau yang disebut tirta amerta. Saat upacara Melasti, masyarakat setempat akan berbondong-bondong menuju laut atau sumber air dengan berpakaian putih serta membawa perlengkapan persembahyangan dan biasanya mengusung pratima, benda atau patung yang disakralkan untuk dibersihkan secara sekala dan niskala.
Tujuan dari upacara ini adalah meningkatkan bhakti pada para dewa dan manifestasi Tuhan serta meningkatkan kesadaran umat Hindu agar mengembalikan kelestarian lingkungan. Jika ingin menyaksikan upacara adat ini bisa datang sekitar 3 atau 4 hari sebelum perayaan Nyepi. Atau menginap di hotel-hotel yang berdekatan dengan kuil Hindu yang cukup besar seperti di Kuta atau Uluwatu.