Upacara sengaja digelar di kawasan pelabuhan sebagai simbol pintu masuk virus yang datangnya dari luar wilayah pulau Bali.
“Supaya diberi benteng spiritual agar semua bahaya tidak masuk ke Karangasem,” kata ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Karangasem, Nengah Rustini.
Dia menambahkan, upacara ini rutin digelar oleh warga Hindu di Bali, terutama saat menghadapi wabah penyakit.
Ritual upacara diakhiri dengan prosesi Nunas Wasuh dengan air suci yang telah diberkati, sebagai simbol anugerah dewa yang berada di Pura Penataran Agung.