UEA-Indonesia Bangun Pusat Penelitian Mangrove MBZ-Jokowi di Bali

Muhammad Refi Sandi
Peletakan Batu Pertama Pembangunan Pusat Penelitian Mangrove Mohamed bin Zayed-Joko Widodo di Indonesia yang dilakukan di Bali saat World Water Forum. (Foto: Ist)

Lembaga ini juga akan menjadi platform bagi para ilmuwan dan peneliti untuk bekerja sama serta bertukar pengalaman serta pengetahuan. Harapannya akan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan lingkungan saat ini dan di masa depan.

“Proyek Pusat Penelitian Mangrove Mohamed bin Zayed-Joko Widodo mendukung kebijakan UEA yang sejalan dengan tujuan Konferensi COP28, yang fokus pada memperkuat upaya global dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan kelestarian lingkungan. Lembaga ini juga menggambarkan komitmen UEA untuk memimpin inisiatif lingkungan hidup dan menguatkan kerja sama antarnegara dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," kata Suhail, Selasa (21/5/2024).

Sementara Menteri Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup UEA, Dr Amna bint Abdullah Al Dahhak mengatakan, UEA di bawah kepemimpinan Presiden Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan, sangat ingin berkontribusi dan berperan aktif dalam menemukan solusi praktis untuk melindungi lingkungan serta mendukung upaya keberlanjutan bagi seluruh warga dunia. 

“Lembaga ini mewakili salah satu kontribusi terpenting UEA dalam kerja samanya dengan Indonesia untuk mempromosikan solusi berbasis alam dalam rangka mengatasi dampak perubahan iklim di kedua negara dan dunia. Sebab hutan mangrove merupakan penyimpanan karbon alami yang mendukung berbagai solusi teknologi untuk mengurangi emisi karbon," kata Amna.

Dia menambahkan, lembaga ini mendukung upaya penyebaran lebih banyak lagi pohon mangrove secara global, terutama di UEA, yang berencana untuk menanam 100 juta pohon bakau pada tahun 2030. Selain itu juga di Indonesia yang memiliki hutan bakau terbesar dan paling beragam di dunia.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda Riau Tindak Perusak Hutan Mangrove di Meranti, Sita Ribuan Karung Arang Bakau Ilegal

57 tahun lalu

Dubes Belanda Temui Jokowi di Solo, Bahas Apa?

57 tahun lalu

Kata Gubernur Bobby soal Penarikan Bantuan UEA untuk Korban Banjir Medan

57 tahun lalu

Wali Kota Medan Ungkap Alasan Tarik Bantuan 30 Ton Beras UEA bagi Korban Banjir

57 tahun lalu

Ditegur Pusat, Wali Kota Medan Tarik Bantuan 30 Ton Beras dari UEA bagi Korban Bencana

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal