DENPASAR, iNews.id – Seorang turis China memilih bertahan di Bali ketimbang pulang ke negaranya yang sedang dilanda wabahvirus korona. Pria yang bermarga Li itu mengaku tak percaya dengan jaminan Pemerintah China bahwa virus telah berhasil dikendalikan.
"Saya seorang pengungsi internasional. China seperti penjara besar, semua kota diisolasi," kata pria itu kepada AFP.
Li lebih memilih menjadi pengungsi yang bertahan di negeri orang untuk menghindari dampak buruk di kampung halaman.
Meski demikian, Li mengaku punya kekhawatiran. Istri dan dua anaknya yang masih kecil ditinggal di kampung halaman sampai menunggu krisis kesehatan di negaranya berakhir.
Selain itu dia juga mengkhawatirkan pekerjaannya. Sebagai manager perusahaan multinasional, dia tetap harus menggerakkan anak buah.