Tolak Sertifikasi Tanah Adat, Rapat Warga di Gianyar Bali Berakhir Ricuh

Ketut Catur Kusumaningrat
Rapat atau paruman Desa Adat Jero Kuta Pejeng di Tampaksiring, Gianyar, Bali berakhir ricuh, Minggu (10/11/2021) sore. (Foto: iNews/Ketut Catur)

GIANYAR, iNews.id - Rapat adat atau paruman di Desa Adat Jero Kuta Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Bali berakhir ricuh. Masyarakat menolak tanah mereka akan disertifikasi menjadi tanah milik desa adat.

Paruman yang berakhir ricuh itu terjadi pada Minggu (10/10/2021) sore. Sejumlah petugas kepolisian meredam kericuhan setelah datang ke lokasi.

Menurut informasi, sengketa tanah ada ini berlangsung sejak setahun lalu. Bendesa Adat Jero Kuta Pejeng yakni Cokorda Gde Putra Pemayun berniat mensertifikasi tanah warga yang disebut tanah ayah desa menjadi milik desa adat.

"Tanah yang saya mohonkan hak milik itu lengkap dengan surat-surat bukti," kata I Ketut Sudiarta, salah satu warga yang menolak.

Sejumlah warga yang menolak sertifikasi tanah desa adat pun terancam diusir karena dianggap bertentangan dengan peraturan desa adat setempat.  

Dia dan warga lain yang menolak kemudian keputusan itu kemudian melaporkan Bendesa Adat Cokorda Gde Putra Pemayu ke Polres Gianyar. 

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pria di Buleleng Oplos LPG Subsidi ke Tabung 12 Kg, Sehari Dapat Rp1 Juta Kini Dipenjara

57 tahun lalu

Warga Gianyar Geger, Pemandu Tamu Ditemukan Tewas dalam Mobil

57 tahun lalu

2 Kapal Kandas di Pelabuhan Gilimanuk, Sopir Truk Terjebak Antrean Berjam-jam

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,3 Guncang Kuta Selatan Bali

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal