Pemerintah beserta stakeholder terkait terus berupaya keras mengupayakan ketersediaan vaksin yang aman di tengah masyarakat sebagai salah satu cara keluar dari pandemi di samping penerapan protokol kesehatan.
Menurutnya, dengan adanya pemberitaan negatif terkait vaksin tanpa didukung dengan data serta dari sumber akurat dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.
Dia juga meminta masyarakat agar selalu mencari informasi, baik itu terkait Covid-19, maupun vaksinasi dari situs-situs resmi yang disediakan pemerintah. Sehingga informasi yang didapatkan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya juga sangat menyayangkan beredarnya pemberitaan yang mengatakan ada korban meninggal akibat vaksin Covid-19 tanpa data ataupun informasi akurat.
Kadinkes merilis hasil autopsi verbal kronologi Abdullah Malanua (44) yang diberitakan meninggal setelah mendapatkan vaksinasi AstraZeneca. Menurutnya, korban yang berprofesi sebagai tukang jahit ini sudah sakit kurang lebih dari seminggu lalu dan hanya istirahat di kamar, jarang keluar apalagi bekerja.