Pura Uluwatu termasuk Pura Sad Kahyangan, pilar spiritual pulau Bali. Pura Sad Kahyangan, yaitu Pura Besakih, Pura Lempuhnyang Luhur, Pura Goa Lawah, Pura Luhur Batukaru, Pura Pusering Jagat, dan Pura Luhur Uluwatu.
Pendirian Pura Uluwatu memiliki dua versi. Pertama, Uluwatu didirikan oleh Mpu Kuturan pada abad ke-9 masa pemerintahan Marakata. Kedua, Uluwatu didirikan oleh Dang Hyang Nirartha, seorang pendeta asal Jawa Timur yang datang ke Bali tahun 1546 M.
Waktu operasional Pura Uluwatu dari pukul 08.30–19.30 WITA. Harga tiket untuk wisatawan domestik kisaran Rp30.000 untuk dewasa dan Rp20.500 untuk anak-anak (6-12 tahun). Sementara wisatawan asing dipatok Rp50.000 untuk dewasa dan Rp30.000 untuk anak-anak (6-12 tahun).
Pengunjung disarankan mengunjungi Pura Luhur Uluwatu pada pagi hari dan sore hari sebelum matahari terbenam. Selain tidak terlalu terik, wisatawan bisa melihat panorama senja terbaik dari ketinggian tebing.
Menuju pura ini, wisatawan harus melewati kawasan hutan yang bernama Alas Angkeran. Kawasan ini memiliki ratusan kera yang berkeliaran. Kera dianggap sebagai penjaga kesucian kawasan. Untuk itu, penjaga biasanya mengimbau agar pengunjung menjaga barang bawaan.