"Sementara cek TKP awal, ada tiga botol diduga dipakai untuk minum, sehingga nanti hasilnya seperti apa, kami masih butuh untuk cek laboratorium," katanya.
Petugas akan mendalami kasus ini untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana. Lalu siapa yang diduga meracik minuman ini akan diungkap setelah penyelidikan.
"Akan kami dalami siapa yang meraciknya. Sementara ini baru cek TKP awal, setelah minta keterangan para korban, akan kami laporkan kembali," ujarnya.
Sebelumnya sejumlah warga binaan pergi ke klinik dalam lapas mengeluh sakit perut pada Kamis (10/6/2021). Mereka mengaku meminum disinfektan yang dicampur nutrisari. Keesokan harinya mereka mengeluh sesak nafas dan mual-mual.
Mereka menenggak minuman oplosan ini pada Selasa (8/6/2021). Namun efek yang ditimbulkan baru terasa pada Kamis dan memburuk pada Jumat kemarin.