Penduduk yang bisu dan tuli di Desa Bengkala tak merasa dikucilkan. Mereka mendapat tempat sejajar dengan penduduk lain yang normal.
Dalam hal tertentu, mereka tidak dibebani kewajiban seperti gotong-royong atau memberikan iuran dalam penyelenggaraan upacara adat dan keagamaan di Desa Bengkala.
Kendati mendapat perlakuan istimewa, penduduk Desa Bengkala yang tergolong Kolok itu justru menempatkan diri mereka sejajar dengan ikut beraktivitas dalam kegiatan masyarakat.
Desa Bengkala memiliki karya budaya yang berbeda dari desa lain di Bali. Mereka memiliki tarian khas bernama Tari Janger Kolok, yang semua penarinya adalah bisu dan tuli.