Manfaatkan Momen Akhir Tahun, Kemenparekraf Luncurkan We Love Bali

Siska Permata Sari
Wisatawan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker saat berwisata di Denpasar, Bali. (Foto: Antara)

"Di Desa Adat Penglipuran, peserta akan diajarkan membuat minuman tradisional khas Desa Adat Penglipuran yaitu Loloh Cemcem. Peserta juga diajarkan cara membuat anyaman bambu yang bahan utamanya diambil dari hutan bamboo di sekitar Desa Adat Penglipuran," katanya.

Rizki Handayani menambahkan, Program We Love Bali  diadakan sebagai bentuk implementasi protokol CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment).

"Program CHSE telah kita terapkan dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta menstimulus kegiatan pariwisata di Bali khususnya," tuturnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sambut HUT ke-79 RI di IKN, Kemenparekraf Siapkan Fasilitas 7 Destinasi Wisata

57 tahun lalu

Menparekraf Sandiaga Motivasi Ribuan Santri di Malang Melek Digitalpreneur

57 tahun lalu

Menparekraf Sandi Ungkap Alasan Desa Wringinanom Masuk 50 Besar ADWI 2024

57 tahun lalu

Buka Program BEKUP, Kemenparekraf Target 120 Startup Tumbuh di 2024

57 tahun lalu

Menparekraf Sandi Ajukan Rp30 Miliar ke Kemenkeu untuk Gelaran MXGP 2024 di NTB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal