Manfaatkan Momen Akhir Tahun, Kemenparekraf Luncurkan We Love Bali

Siska Permata Sari
Wisatawan menerapkan protokol kesehatan ketat dengan memakai masker saat berwisata di Denpasar, Bali. (Foto: Antara)

"Peserta juga kita ajak menyaksikan atraksi lumba-lumba di habitat aslinya pada saat matahari terbit. Dan ini adalah salah satu highlight yang tidak boleh dilewatkan dalam Program 1," katanya. 

Selain itu, atmosfer sejarah Singaraja tempo doeloe akan terasa pada saat mengunjungi Pelabuhan Eks Singaraja, Museum Soenda Ketjil, Pura Beji Sangsit dan Pura Meduwe Karang yang sudah ada sejak beberapa abad lalu. 

Program 1  dilanjutkan dengan mengunjungi tempat yang tidak kalah menarik yaitu kawasan Batur Natural Geopark. 

"Di sini peserta akan diajak untuk menguji adrenalin dengan bersepeda dan berkemah di tengah pemandangan black lava dan panorama Gunung serta Danau Batur dan berendam di air panas alami yang bisa membuat badan menjadi rileks," kata Rizki Handayani.

Di hari terakhir Program 1, salah satu desa terbersih di dunia sudah menanti untuk dikunjungi, yaitu Desa Adat Penglipuran di Kabupaten Bangli. Penglipuran merupakan salah satu desa adat yang masih menjaga erat kelestarian budaya dan adat istiadatnya. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sambut HUT ke-79 RI di IKN, Kemenparekraf Siapkan Fasilitas 7 Destinasi Wisata

57 tahun lalu

Menparekraf Sandiaga Motivasi Ribuan Santri di Malang Melek Digitalpreneur

57 tahun lalu

Menparekraf Sandi Ungkap Alasan Desa Wringinanom Masuk 50 Besar ADWI 2024

57 tahun lalu

Buka Program BEKUP, Kemenparekraf Target 120 Startup Tumbuh di 2024

57 tahun lalu

Menparekraf Sandi Ajukan Rp30 Miliar ke Kemenkeu untuk Gelaran MXGP 2024 di NTB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal