Keputusan Mahathir mengundurkan diri dari posisi perdana menteri itu diduga terkait gonjang-ganjing politik di negeri jiran.
Pria 94 tahun itu menolak memenuhi keinginan segelintir politisi, baik dari koalisi maupun oposisi, untuk melanjutkan kepemimpinan sampai akhir periode.
Padahal, di internal Koalisi Pakatan Harapan yang memenangkan Pemilu pada 2018 lalu mengatur sejumlah kesepakatan di antaranya peralihan kepemimpinan dari Mahathir ke Anwar Ibrahim.