Berbeda dengan enam kakaknya, Ajik satu-satunya anak yang putus sekolah. Saudaranya rata-rata menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena menyelesaikan sekolah.
Ajik Krisna hanya tamat SMP. Dia sempat sekolah pariwisata namun putus di tengah jalan hanya enam bulan. "Bapak panggil saya jam 7 malam. Bahwa bapak tidak bisa membiayai sekolah lagi," kata Ajik Krisna.
Peristiwa itu membuat Ajik Krisna mengambil keputusan nekat. Dia memutuskan untuk kabur dari kampung untuk mencari nasib yang lebih baik. Keesokan paginya, tanpa seizin orang tua, Ajik Krisna memilih meninggalkan kampung halaman tepat jam 8 pagi.
"Kita tinggalkan kampung tanpa uang saku, hanya pakaian secukupnya," ujarnya.
Ajik mengatakan sudah bosan dengan kemiskinan yang membelenggu dirinya. Keluarganya selama ini masih tinggal menumpang di rumah kakek.
"Boleh dikatakan saya orang termiskin di kampung saya. Tanah saja nggak punya apalagi rumah," katanya.