Sedangkan pada tanggal 28 Januari, Kemenkes juga mengecek informasi mengenai aktivitas Jin yang dilakukan setelah sampai di Shanghai yaitu menggunakan transportasi umum.
"Tanggal 12 Januari datang ke Indonesia melalui penerbangan Wuhan-Bali dan tanggal 28 Januari dia kembali ke negaranya melalui Bali-Shanghai menggunakan Garuda. Kami sudah langsung tindaklanjuti ini," kata Yurianto.
Pemerintah melacak ke maskapai penerbangan terhadap penumpang atas nama Jin dan ditemukan terdapat di periode 12 Januari dengan dua orang bernama Jin terbang dari Wuhan ke Bali. Satu orang Jin merupakan anak-anak dan satu orang lainnya dewasa.
Sementara pada penerbangan Bali-Shanghai tertanggal 28 Januari 2020 dari maskapai Garuda Indonesia ditemukan enam orang penumpang bernama Jin. Namun analisis kecurigaan hanya pada dua orang bernama Jin yang seperti penerbangan ke Indonesia.
Sebelumnya WN China asal Wuhanbernama keluarga Jin dinyatakan positif terinfeksi virus korona pada 5 Februari 2020, sebagaimana dituliskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan dan Penyakit Huainan di akun media sosial Weibo.
Dalam keterangan itu tertulis Jin terbang dari Wuhan ke Bali menggunakan penerbangan Lion Air pada 22 Januari, lalu pulang melalui Shanghai menggunakan pesawat Garuda Indonesia pada 28 Januari.