Warga Dusun Munduk dan Kelapa Balian di desa tersebut yang mengalami dampak banjir terparah. Hingga Senin pagi, masih terendam banjir.
Terkait banjir, aparat desa telah menyiapkan pompa air untuk menyedot air dari pemukiman rumah warga, namun masih menunggu hingga air sedikit surut.
"Kalau airnya belum surut percuma kami sedot, air yang terbuang akan kembali lagi. Semoga hari ini tidak hujan, sehingga kami bisa melakukan penyedotan air di pemukiman warga," kata Kepala Desa Pengambengan, Kamaruzzaman.
Dia mengatakan, agar banjir tak terulang, pemerintah desa akan mengusulkan pembuatan drainase tembus ke kolam labuh, sehingga banjir yang datang akan lebih cepat surut.
Dia menjelaskan, sebenarnya sudah ada saluran drainase yang lama yang bisa digunakan. Namun saluran tersebut harus dinormalkan.
"Ada bekas saluran drainase yang bisa dinormalkan dengan tembus ke kolam labuh Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, tapi kami harus koordinasi dengan pemerintah kabupaten, karena jalan yang dilalui menjadi wewenang kabupaten," katanya.
Hujan lebat juga menyebabkan sejumlah wilayah lain di Kabupaten Jembrana terendam banjir, termasuk tanah longsor. Belum ada korban jiwa akibat banjir ini. Namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.