JAKARTA, iNews.id – Pulau Bali dan Lombok digunang gempa susulan sebanyak 37 kali sepanjang Minggu (22/3/2020). Gempa bumi susulan itu terjadi setelah gempa bermagnitudo 5,2 yang dimutakhirkan menjadi M5,0, Minggu sore pukul 13.48 WIB.
Episenter terletak pada koordinat 10,96 LS dan 115,16 BT, tepatnya di laut pada jarak 256 km arah Selatan Kota Denpasar pada kedalaman 10 km.
Jika memperhatikan lokasi episenter, kedalaman, dan mekanisme sumbernya tampak bahwa gempa yang terjadi masih merupakan rangkaian gempa susulan dari gempa utama dengan magnitudo M=6,3 pada 19 Maret 2020 pukul 00.45.38 WIB.
“Hingga hari Minggu, 22 Maret 2020 pukul 16.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan telah terjadi aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak 37 kali dengan magnitudo terbesar 5,2 dan terkecil 2,9,” kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Minggu malam.
Dia menjelaskan, gempa tersebut memiliki mekanisme patahan turun (normal fault) dengan deformasi batuan terjadi pada bidang tekukan Lempeng Indo-Australia yang mengalami gaya tarikan lempeng (ekstensional).