"Jangan panik, tapi tetap waspada dan senantiasa menjaga kesehatan serta tidak sembarangan menyebarkan berita yang belum pasti agar tidak ada kepanikan," ujarnya.
Direktur Utama RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, I Wayan Sudana menyatakan pihaknya merawat 12 pasien dengan status pasien dalam pengawasan. Sebanyak sembilan di antara 12 pasien tersebut WNA, sedangkan tiga lainnya WNI. Hingga saat ini, di RSUP Sanglah sudah disiapkan 18 kamar untuk penanganan pasien dalam pengawasan Covid-19.
"Mulai dari pertama kita siapkan empat, menjadi enam, dan bertambah saat ini menjadi 18 kamar," katanya.
Untuk tenaga medis, dia mengatakan semua perawat yang memiliki kompetensi dan kemampuan penanganan-penanganan pasien infeksi akan ditarik dari beberapa ruangan itu.
"Ini kita atur setiap penambahan, kita tarik lagi, jadi bagaimana penggunaan tenaga medis seefisien mungkin," ucapnya.