Selain itu, Widiana mengungkapkan, para wisatawan yang datang ke Bali tak semata-mata bertujuan untuk wisata, banyak dari mereka juga berbisnis. "Salah satunya menawarkan produk fashion dari luar negeri."
Maka dari itu, dia melihat pelatihan mode ini sangat urgen bagi pelaku UMKM. Tak hanya menciptakan mode terbaru, para pelaku UMKM juga harus mampu membaca pangsa pasar.
"Kami percaya para narasumber dari ISI Denpasar mampu memberikan pengetahuan maupun skill sesuai dengan harapan pelaku UMKM," ujarnya.
Khusus untuk kain endek, dia melihat tren pemakaiannya sangat meningkat. Karenanya, produk fashion dari endek perlu ada modifikasi sehingga memiliki posisi tawar dan nilai jual yang lebih tinggi.
"Jika produk endek berkembang dengan baik, tentu saja bisa berkolaborasi dengan penenun lokal sehingga keduanya sama-sama bisa berkembang," tuturnya.