Pengelola Watersport di Benoa Berlakukan Buka Tutup, Cuaca Ekstrem Tak Menentu

Antara
Pantai di Bali (dok iNews.id)

Penutupan terpaksa dilakukan untuk menjamin keselamatan para wisatawan, karena angin yang terlalu kencang sangat berisiko terhadap watersport.

Menghadapi kondisi cuaca ekstrem ini, para pengelola dan pengusaha wisata air terpaksa juga harus harus menolak wisatawan yang berkeinginan melakukan wisata bahari.

Agar wisatawan tidak merasa kecewa, apabila kondisi cuaca dan angin masih memungkinkan, mereka akan diarahkan untuk melakukan sejumlah permainan air yang lebih aman.

Namun, untuk permainan khususnya parasailing dan flying fish yang memiliki risiko tinggi terhadap embusan angin kencang, memang harus ditutup untuk sementara dari aktifitas wisatawan.

"Kami harus sampaikan bahwa cuaca tidak bisa melawan karena berisiko dan nyawa taruhannya. Mereka kami berikan pengertian dan akhirnya mereka mau untuk membatalkan rencananya atau ada juga yang menunggu kondisi cuaca membaik," katanya.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Hari Dicari, ABK Ceburkan Diri ke Perairan Benoa Ternyata Berada di Rumah

57 tahun lalu

Tolak Autopsi, Keluarga Turis Jepang Tewas Main Flying Fish Akan Pulangkan Jenazah Korban

57 tahun lalu

Kasus Turis Jepang Tewas Main Flying Fish, Polda Bali Periksa 6 Saksi

57 tahun lalu

Kronologi Turis Jepang Tewas Main Flying Fish di Bali, Jatuh dari Ketinggian 3 Meter

57 tahun lalu

Turis Jepang Tewas saat Main Flying Fish di Tanjung Benoa Bali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal