Jumlah tersebut tidak saja yang pulang melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, tetapi termasuk yang pulang melalui Pelabuhan Benoa, Denpasar.
"Masih ada yang akan pulang. Menurut informasi dari Kementerian Luar Negeri, masih akan ada kepulangan PMI ke Bali, melalui bandara maupun Pelabuhan Benoa," ucap pria yang juga ketua harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali ini.
Merujuk data Kesatuan Pelaut Indonesia (KPI), jumlah pekerja migran bekerja sebagai ABK di kapal pesiar yang berasal dari Bali mencapai lebih dari 22 ribu orang. Namun, tak semuanya akan dipulangkan.
Menurutnya, pendataan itu diperlukan lantaran kasus positif corona di Bali saat ini didominasi oleh kasus impor, yakni memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri atau luar daerah Bali.
Dari 124 kasus positif di Bali hingga Jumat (17/4/2020) malam, sebanyak 81 orang merupakan kasus impor, yakni 77 orang pekerja migran dan 4 bukan pekerja migran.
"Yang masih menjalani perawatan ada 86 orang. Pasien positif COVID-19 ini dirawat di 11 RS rujukan dan tempat karantina yang disiapkan Pemprov Bali," ucapnya.