"Tapi, belum sempat tertembak, burung tersebut sudah terbang," katanya.
Kemudian IH mengarahkan tembakannya ke arah pohon kelapa, namun kali ini senapan tersebut macet.
"Selanjutnya senapan tersebut diletakkan di atas meja di belakang kantor desa," ujarnya.
Selanjutnya, saat IH duduk di depan teras kantor desa, pelaku datang dan bertanya apakah senapan yang dipakai tadi ada pelurunya.
IH menjawab, senapan itu berisi peluru namun macet. Lalu pelaku tiba-tiba berujar kepada IH agar tak mengatakan kepada orang lain kalau dia menembakkan senapan itu kepada korban.
Pelaku lalu kembali bekerja. Sementara saksi IH yang kaget dengan pengakuan pelaku lalu menolong korban dan membawa ke rumah sakit.