DENPASAR, iNews.id -Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali menyurati pelaku pariwisata. Hal itu dilakukan usai video prankpenggerebekanwisatawan di kamar hotel Nusa Dua, viral di media sosial.
"Para pelaku pariwisata agar menjaga media sosial untuk hal positif. Tetap melakukan pelayanan terbaik kepada wisatawan, tapi jangan sampai mengganggu usaha kita bersama untuk memajukan pariwisata Bali," kata Wakil Gubernur Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati di Denpasar, Kamis (16/2/2023).
Dia mengatakan, video yang beredar di media sosial itu memang hanya prank. Namun ada yang memotong video tersebut dan mengunggah ulang ke media sosial, sehingga terkesan ada penggerebekan wisatawan di kamar hotel.
Pria yang juga ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali ini mengatakan, video prank tersebut tak seharusnya dijadikan lelucon. Apalagi isu status perkawinan dan pemeriksaan surat nikah di hotel merupakan hal yang sensitif.
"Kita ketahui bersama itu ternyata prank. Tapi namanya prank hanya akan terjawab kalau kita menonton secara tuntas. Ini kan dipotong tengah-tengah," ujar pria yang akrab disapa Cok Ace ini.