“Pejabat baru agar segera mengenali persoalan yang dihadapi dan mampu mengambil langkah inovatif dalam melaksanakan P4GN (pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkoba) di tengah pandemi covid-19,” pesan Suastawa.
Jenderal bintang satu ini juga meminta untuk rajin turun ke lapangan, memperkuat jajaran dan memajukan BNN Kota Denpasar dan Kabupaten Gianyar, serta mampu merangkul semua stakeholder.
Sementara itu usai resmi dilantik, AKBP Sukawiyasa meminta dukungan serta sinergi semua stakeholder di Kota Denpasar, untuk bersama-sama perang melawan narkoba. “Pemberantasan narkoba ini, bukan hanya tanggung jawab BNN saja atau kepolisian. Melainkan tugas kita semua, baik pemerintah maupun masyarakat,” katanya.
Sukawiyasa menambahkan, perang menghadapi para bandar narkoba, membutuhkan langkah strategis. Selain pencegahan dengan sosialisasi bahaya dan dampak buruk narkoba, masyarakat juga harus disadarkan untuk selalu menjaga buah hati dan anggota keluarga agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
“Kalau masyarakat sudah sadar bahaya narkoba, saya yakin para pengedar juga akan berpikir ulang untuk menjual narkobanya di Bali,” kata Sukawiyasa.
Dan yang tak kalah penting, menurut Sukawiyasa, adalah tindakan represif. Memberikan hukuman berat untuk pengedar dan bandar narkoba,untuk memberikan efek jera dan tidak dicontoh untuk yang lain.
Sertijab ini juga dihadiri kabag umum, kabid serta kepala BNN kabupaten/ kota se-Bali.