Lebih lanjut, dia mengatakan, pementasan Janger Tradisi ini menceritakan mengenai sekelumit kisah kepahlawanan pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai dengan pendukungnya, yaitu Pak Ayu yang merupakan salah satu pasukan utama atau komandan tempur di lapangan.
“Dengan menampilkan kisah-kisah heroik lainnya ataupun kisah-kisah remaja yang bersuka ria, harapan ke depan agar dalam pelaksanaan PKB yang akan datang tetap dapat ditampilkan dan diberi ruang yang lebih luas lagi bagi para seniman kita, khususnya seniman-seniman seni tradisional yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Badung dan juga di seluruh wilayah provinsi,” tuturnya.
Janger Sabha Yowana Giri Usadi Desa Adat Petang Duta Kabupaten Badung menampilkan 'Jana Sureng Geni' yang menceritakan pada 1946, tepatnya setelah Bangsa Indonesia memproklamasikan Kemerdekaan namun masa Perjuangan belum berakhir. Tentara NICA kembali berambisi ingin menyerang. Badung Utara menjadi salah satu lokasi tujuan penyerangan.
I Gusti Ngurah Puger adalah salah satu tokoh pejuang yang berasal dari Puri Petang. Pada masa itu, dia dikenal dengan nama samaran 'Ayu Werdhi' atau lebih di kenal dengan 'Pak Ayu'. Dia penyusun strategi pertahanan perjuangan Pasukan Ciung Wanara yang dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai.
Dikisahkan pertemuan I Gusti Ngurah Rai dengan I Gusti Ngurah Puger di Pura Pucak Bon. Pertemuan yang sangat singkat, dengan inti I Gusti Ngurah Rai memberikan tugas penuh kepada I Gusti Ngurah Puger untuk tetap waspada dan menjaga keamanan wilayah Badung Utara, sebab Tentara NICA akan menyerang bahkan sudah bisa dipastikan akan terjadi perang puputan.