"Dengan tegas kami menolak adanya itu. Tatanan yang seperti ini sekarang sudah cukup bagus," imbuhnya.
Tak berhenti di situ, Persatuan Hindu-Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Banyuwangi juga meminta pemerintah mempertimbangkan pembangunan jembatan tersebut.
Mereka meyakini bahwa posisi manusia atau jembatan tidak boleh lebih tinggi dari tempat sembahyang dan tempat menaruh sesajen.
Padahal jika benar-benar dibangun, posisi jembatan penghubung Jawa dan Bali tentu akan lebih tinggi daripada perairan dan daratan lantaran ombak Selat Bali seringkali sangat besar dan tinggi.
Dengan alasan-alasan tersebut, jembatan penghubung antara Pulau Jawa dan Bali tidak pernah dibangun sampai saat ini.