Admin akun tersebut kemudian mengecek pelanggaran dimaksud. Ketika itu muncul link dan admin mengklik tautan tersebut.
Saat itulaj muncul peringatan di Mac OS bahwa link yang diklik itu berbahaya.
"Akhirnya ditutup tidak dilanjutkan prosesnya," katanya.
Kemudian pada malam harinya terjadi pergantian akses. Alamat email KPU Bali di tekmas.kpubali@gmail.com diretas dan berganti dengan alamat email peretas.
Hingga kini akun Instagram tersebut masih dalam kendali peretas.
Terlihat dari tampilan awal yakni gambar dan biodata telah diubah. Turut disematkan juga bendera negara Maroko dan Jordania serta keterangan lainnya yang berbeda dari tampilan awal.