“Pasien ini didiagnosa menderita penyakit diabetes mellitus atau gula. Kemudian hipertensi atau darah tinggi, hiperteroid, kemudian penyakit paru-paru menahun, dan yang kelima dalam pengawasan Covid-19,” katanya.
Made menegaskan, WNA tersebut didiagnosa memiliki empat penyakit bawaan yang sudah cukup lama, yaitu diabetes mellitus, hipertensi, hipertiroid dan penyakit paru-paru menahun. Karena gejala-gejalanya dekat dengan penyakit yang sedang berkembang sekarang maka dia juga dalam pengawasan Covid-19.
Setelah mengetahui kondisi pasien tersebut, RSUP Sanglah telah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga pasien, yaitu suaminya yang berada di Bali. Dari hasil komunikasi itu disepakati yang meninggal ini dikremasi di Pemakaman Mumbul tadi pukul 12.30 Wita.
“Karena pasien ini berada dalam pengawasan, maka penanganan jenazahnya juga dilakukan sesuai dengan protap penanganan jenazah untuk orang yang terinfeksi penyakit menular,” kata Dewa Made Indra.
Dia mengatakan, dari keterangan Dinas Kesehatan Pemprov bali menyebutkan dari hasil lab yang diterima dari Jakarta menyebutkan WNA tersebut positif Covid 19.
“Kami sudah tracing masuk ke Bali 29 Februari 2020, kemudian 3 Maret 2020 mulai demam. Oleh keluarganya yaitu suaminya diantar ke salah satu rumah sakit swasta. Namun, suaminya sudah mengatakan bahwa istrinya ini memang menderita beberapa penyakit tersebut. Dengan demikian memudahkan tim dokter untuk melakukan penanganan karena penyakit bawaan,” katanya.
Setelah ditangani di rumah sakit swasta dari 3 Maret sampai 8 Maret, pasien belum menunjukkan tanda-tanda lebih sehat. Karena itu, dia dirujuk ke RSUP Sanglah. Setelah itu, dia ditangani di Rumah Sakit Sanglah mulai 9 Maret 2020.