"Kawasan Sungai Upang, Desa Tanah Bawah merupakan lokasi anggrek yang luas dan natural," ucapnya.
Untuk mengelola kawasan ini agar tetap lestari, Gubernur meminta agar Yayasan Bangka Flora Society, bekerja sama dengan desa sekaligus membuat peraturan desa. Sehingga pengunjung kawasan Pulau Anggrek dapat terukur dan juga berkontribusi dalam bentuk retribusi, untuk pemeliharaan lokasi.
Di samping untuk melestarikan kawasan tersebut sebagai lokasi konservasi, juga akan dipersiapkan untuk dijadikan daerah wisata flora dan fauna.
“Karena flora dan fauna yang ada di sini sangat banyak sekali. Alhamdulillah tadi sudah dibuat suatu kesepakatan, pak wabup juga akan segera mengusulkan kepada kami untuk segera dikeluarkan SK konservasinya,” katanya.
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin mengatakan, lokasi Sungai Upang juga terdapat banyak satwa seperti udang satang, burung-burung, dan juga buaya.
"Satwa yang mulai langka seperti pesut air tawar dan ikan tapah juga ada," kata Wakil Bupati Bangka.
Peresmian lokasi wisata ini juga spesial, karena dilakukan dalam rangka peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional Tahun 2020.