Nelayan juga menaruh kecewa terhadap pernyataan Sekda Bangka yang menjelaskan persoalan sengketa proyek pengerukan alur muara dan pengerukan tersebut merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel.
"Kami tidak peduli siapa yang ngeruk, tapi tolong Pemkab Bangka untuk bantu keruk alur Muara Air Kantung. Sebab kami mau makan, mau cari ikan," ujarnya.
Menurut nelayan, permasalahan pendangkalan alur Muara Air Kantung ini sudah terjadi sejak lama namun tidak menemukan jalan keluar.
"Penyempitan alur muara ini sudah belasan tahun pak, namun sampai sekarang tidak ada solusi. Kami tunggu, minta pihak Pemkab Bangka harus bertanggung jawab atas pengerukan ini. Sebab ini sudah lama," katanya.
Nurma, salah satu nelayan yang mengikuti aksi damai di Kantor Bupati Bangka berharap kedatangan ratusan nelayan ini bisa ditanggapi.
" Tidak ada perkembangannya, saya sudah punya cucu tiga tapi sampai sekarang tidak ada perkembangan dan solusinya. Kami berharap aspirasi masyarakat nelayan hari ini bisa ditanggapi. Kami minta alur muara itu diperbaiki atau dikeruk, sehingga perahu kami bisa keluar masuk," kata Nurma.
Ratusan nelayan ini kemudian langsung membubarkan diri, setelah mendengar penjelasan dari Sekda Bangka yang menyatakan akan berusaha menurunkan alat berat untuk melakukan pengerukan dan pendalaman alur Muara Air Kantung secepatnya.