"Untuk bantuan bibit sawit mekanismenya melalui kebun desa agar lebih tetap sasaran dan lebih mudah untuk mengontrol perkembangannya,” ujarnya.
Namun, kata dia, hasilnya tetap untuk kepentingan masyarakat desa melalui pemdes dan penyalurannya secara bertahap ke masing-masing pemdes.
“Tahun 2021 sudah ada 15 desa yang menerima. Tahun ini 15 desa lagi dan seterusnya sampai tersalurkan ke semua desa. Targetnya hingga masa kepemimpinan Riza-Debby semuanya tuntas," ucapnya.
Sedangkan program berobat gratis bagi masyarakat kurang mampu yang terdata dalam DTKS Kemensos yang diakomodir melalui PBI, kata dia, juga mengalami peningkatan dan akan dikebut setelah proses Universal Health Coverage (UHC) selesai hingga tahun 2023.
"Bantuan berobat gratis ada kenaikan secara bertahap mulai dari tahun 2021. Untuk tahun 2022 karena ada keterkaitannya dengan UHC maka pemda masih mengejar proses UHC ini, agar bantuan berobat gratis menggunakan KTP ini sudah bisa dikebut hingga tahun 2023," katanya.
Dia menuturkan Pemkab Bangka Selatan terus berkomitmen menuntaskan empat program unggulan tersebut hingga akhir masa kepemipinan Riza-Debby.
"Oleh karena itu, kami mengharapkan doa dan dukungan dari seluruh komponen masyarakat agar upaya Pemkab Bangka Selatan untuk mewujudkan empat program tersebut dapat berjalan lancar dan sukses," tuturnya.