Tidak terima dengan kejadian itu, ST pun akan mengambil langkah hukum kepada dosennya.
"Saya sudah datang ke Polsek Tampan. Saya sudah visum di RS Bayangkara. Kita menunggu hasilnya," katanya.
RH yang dikonfirmasi terkait dugaan pemukulan itu membantahnya. Dia menyatakan agar hal itu tidak besar-besarkan demi nama baik semua pihak.
Atas dugaan penganiyaan itu, sekitar 100 mahasiswa UIN Suska Riau melakukan aksi demonstrasi. Mereka menuntut agar RH ditindak.
Dalam aksinya mahasiswa menuntut agar ada saksi kepada dosen tersebut. Hal itu agar peristiwa serupa tidak terulang kali di lingkungan kampus.
"Tuntutan kita agar rektor memberi tindakan tegas terharap WD III karena diduga melakukan kekerasan kepada mahasiswa. Kita minta WD III itu diberhentikan," kata Korlap Demo, Hamzah.