"Serta melibatkan 38 peserta yang terdiri atas anggota PKK, guru, dan perajin tenun cual. Kegiatan ini untuk mewariskan budaya tenun ke generasi penerus terutama anak-anak didik yang memiliki minat dan bakat untuk mengembangkan kerajinan tenun cual," katanya.
Dia menambahkan para peserta pelatihan akan dikenalkan dengan bahan pewarna alami yang berasal dari tanaman kedebik dan indigofera yang tumbuh dengan subur di Babel. Tanaman tersebut menghasilkan warna ungu secara alami, sehingga tidak menggunakan pewarna sintetis.
"Kami berharap para guru pembimbing dapat mengenalkan budaya tenun cual Babel, serta untuk menambah pengetahuan bagi para perajin tenun cual, khususnya dalam hal teknik pewarnaan," katanya.