“Kita tidak bisa menentukan berhasil atau tidak, sebab dibutuhkan waktu lima sampai enam tahun ke depan. Maka itu kami membentuk kelompok kerja mangrove, baik tingkat kota maupun kabupaten untuk menjaga mangrove yang sudah tertanam ini,” ujar Tekstianto.
BPDASHL Baturusa Cerucuk mencatat seluas 67.000 hektare wilayah yang telah ditanami mangrove tumbuh dan berkembang dengan baik, dan 65 hektare masih terjaga wilayah.
“Namun kami akan mengevaluasi kembali dengan mengontrol wilayah tersebut dari kerusakan,” ucapnya.
Diketahui hutan mangrove dapat menyimpan karbon empat sampai lima kali lipat lebih banyak dibandingkan dengan hutan tropis daratan, sehingga berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon.