Cegah Abrasi, PWI Babel Tanam Ratusan Mangrove di Pantai Perepat Mati
Menurut dia, masifnya gerakan penanaman mangrove terutama di pesisir pantai dapat mengurangi potensi hilangnya lahan dalam beberapa tahun ke depan.
"Jadi penyelamatan lingkungan bukan hanya tugas negara, tapi seluruh yang mencintai Indonesia dan masa depan dunia," katanya.
Kapolda Kepulauan Babel, Irjen Pol Yan Sultra Indrajaya mengapresiasi kegiatan yang dilakukan PWI Babel dalam menjaga kelestarian alam. Sebab, ini sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Babel ini pantainya luas dan sudah banyak terjadi abrasi. Oleh sebab itu, penanaman mangrove yang diinisiasi PWI Babel ini sangat penting. Kami harap masyarakat untuk ikut menjaga demi kepentingan kita bersama,” kata Yan Sultra.
Sementara itu Kepala BPDASHL Baturusa Cerucuk, Tekstianto mengatakan pihaknya akan mendukung kegiatan-kegiatan terkait dengan kelestarian lingkungan di Babel. Sebab, hutan mangrove berkontribusi besar pada penyerapan emisi karbon.