Saat ditanya kenapa menangis, Nur Iva lalu mengutarakan maksudnya kepada istri Bupati Bangka Tengah, Eva Algafry.
"Boleh tidak sepedanya ditukar sama yang model untuk laki-laki, mau diberikan ke adik saya buat berangkat ke sekolah," ujar Nur kepada Eva.
Nur mengatakan, dia ingin memberikan hadiah sepeda itu untuk adiknya. Sebab, sepeda lama sang adik yang biasa dipakai untuk bersekolah telah rusak.
Tak disangka, Bupati Algafry Rahman memenuhi keinginan Nur. Bahkan, Nur tak perlu kehilangan haknya memiliki sepeda. Algary menjanjikan akan membelikan sepeda satu lagi untuk adiknya.
"Jangan, sepeda ini hak kamu. Nanti untuk adikknya kita belikan yang baru," tutur Algafry.