"Kami di masa pandemi alhamdulilah sudah punya solusi yaitu dengan pembentukan pokja-pokja Covid-19 di kabupaten. Keanggotaannya ini terdiri dari KPU, Bawaslu, TNI/ Polri dan Kejaksaan, serta Sekretariat Covid-19," ucapnya.
Dewi menambahkan, sistem kampanye di Pilkada Babel masih dominan dilakukan dengan tatap muka, meski hanya dibatasi 50 orang dalam sekali pertemuan. Mengingat pilkada di tengah pandemi Covid-19.
"Termasuk juga di media daring maupun zoom, seperti di 27 hari kampanye yang dilakukan oleh paslon itu lebih kepada pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka," katanya.