Artinya, orang-orang beriman tinggal bersama pasangannya di surga dengan bahagia. Mereka diberi tempat nyaman dan indah, menikmati makanan lezat, bermacam buah-buahan surga dan sebagainya. Ada pula dalam bentuk pemenuhan keinginan yang mencita-citakan keluarga yang berbahagia, mempunyai istri cantik dan setia. Mereka memperoleh semua yang mereka inginkan.
Kemudian kepada mereka dikatakan, "Salam" sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang. Salam inilah yang sangat mereka harapkan karena merupakan bentuk pemuliaan bagi mereka.
سَلَامٌ قَوْلًا مِنْ رَبٍّ رَحِيمٍ () وَامْتَازُوا الْيَوْمَ أَيُّهَا الْمُجْرِمُونَ
Salamun qawlan min Rabbin Rahim. Wamtaazu al-yawma ayyuha al-mujrimuun.
Artinya:
“(Dan yang lebih membahagiakan adalah) salam (kedamaian agung), sebagai ucapan dari Tuhan Pemelihara Yang Maha Pengasih. Dan (adapun para penghuni neraka, mereka dihardik dan dikatakan kepada mereka): “Berpisahlah (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai para pendurhaka.” (QS: Yasin Ayat 58-59)
Umar bin Abdul Aziz dikutip dalam al-Jami’ fi Tafsir al-Quran menjelaskan bahwa ayat ke-58 di atas berkaitan erat dengan kalimat akhir pada ayat 57 yang menyatakan, “wa lahum maa yadda’uun” (bagi mereka apa yang mereka minta). Umar berkata, “Tatkala Allah SWT telah memisahkan penduduk surga dan neraka, Allah SWT memerintahkan penduduk surga untuk meminta sesuatu. Penduduk surga pun berkata, “Kami memohon ridha-Mu.”