Sengitnya Perang Bupati Pacitan dan Belanda Lawan Pasukan Pangeran Diponegoro

Avirista Midaada
Ilustrasi perang Diponegoro. (Ist)

Sementara, Mas Karyosudiro kerabat pasukan Pacitan melihat ayah dan paman pamannya tewas, segera pula mengamuk tidak mengindahkan bahaya. Dia siap menyerahkan nyawanya untuk membela ayah dan paman-pamannya. 

Perangnya bak banteng terluka musuh yang berada di dekatnya terluka. Meskipun kulit Mas Karyosudiro tidak mempan senjata, tetapi ia akhirnya kalah banyak. Bagian dalam tubuhnya pun hancur dan kemudian roboh. Musuh mengira Mas Karyosudiro sudah tewas, sehingga ditinggal begitu saja. 

Ketika melihat para senapatinya telah tiada, prajurit-prajurit Pacitan ketakutan, tak ada yang berani melanjutkan perang. Akhirnya mereka melarikan diri, saling berebut menyelamatkan diri. 

Pasukan Pangeran Diponegoro kemudian beristirahat di pesanggrahan Nglorog. Seusai perang, Mas Karyosudiro yang roboh di tengah medan pertempuran dan dikira musuh sudah meninggal, tersadar dan kemudian bangun serta merangkak mengungsi ke desa. 

Editor : Nur Ichsan Yuniarto
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

57 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

57 tahun lalu

Kisah Pemberontakan Gagal Pangeran Diposono, Kerabat Keraton Nekat Lawan Belanda

57 tahun lalu

Kisah Pangeran Diponegoro Lolos dari Kepungan Ribuan Pasukan Belanda di Perang Jawa

57 tahun lalu

Mengenal Pusaka Sakti Pangeran Diponegoro, Keris Ki Ageng Bondoyudo dan Panah Sarutomo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal