"Cukup terasa banyak orang menganggur tertampunglah di sini. Lahannya nanti akan kita perluas tetapi prokes tetap kita jalankan, cuci tangan, pakai masker dan jaga jarak," tuturnya.
Dalam satu hari, Syarifuddin bisa memanen sedikitnya 2 ton. Pembeli bisa datang untuk membeli langsung sehingga kualitas buah terjaga karena lebih segar.
Syarifuddin sengaja tidak menjual melonnya ke pasar karena ingin memprioritaskan warga sekitar. Dengan cara ini, Syarifuddin tidak pernah kekurangan pembeli.
"Yang beli juga harus pakai masker, kita pakai prokes," tuturnya.